Friday, October 12, 2007

Film indie film komunitas
proses ini, bila diatas kertas seharusnya berjalan selama 2 hari satu malam....saat itu bulan puasa, aktivitas juga belum banya yang libur, maklum banyak talent yang ikut bermain juga kebanyakan anak sekolahan, mereka juga merupakan bagian komunitas kalam...
sang sutradara yaitu sdr Amu dari komunitas kalam-bogor bertindak sebagai direktur lapangan sekaligus produser dari panon sekuet kalam. Bertindak sebagai DOP saudara Aga dari keluarga berputar bogor dibantu Gilang dari Panon seukeut. Adrianto agung, kali ini bertindak sebagai scripts writer dan assisten sutradara.
kebanyakan pemain dari film ini berasal dari sanggar belajar alternative anak tegal gundil yang bernama sabar.
akhirnya proses ini memakan waktu 4 hari 2 malam, karena di hari ke 2 hujan dan mati lampu menemani sebagian blok di tegal gundil bogor.

sinopsis
film ini merupakan jenis dokudrama, diangkat dari kisah nyata , terjadi di bogor tentang kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi, dan berakibat lahirnya seorag bayi yang tidak diingini dari hubungas sorang anak yang menderita lemah mental, dan menderita epilepsi, diperdayai oleh pamannya sendiri.
korban seorang adalah yatim piatu yang dititipkan kepada keluarga bibi dan pamannya, sedangkan dua adik kandungnya telah dititipkan pada keluarga saudara yang lain. kakak-kakak kandungnya.
Hamilnya korban diketahui setelah umur kehamilannya berumur 5 bulan.
Korban merupakan anak yang tomboy, dan menderita keterbelakangan mental.

Proses
tahap editing sedang beriring dengan proses film ini, diharapkan ilustrasi musik dalam film ini diisi oleh kelopok musikalisasi puisi dari Kotag atau Komunitas Theater Gunung Bogor

film ini merupakan kerja bareng saung film bogor, Kalam, lembaga Pratista Indonesia, dan Plan
rata-rata dari kami berusia antara 20-30 tahun, tegal gundil adalah kediaman kami. Tepat hampir sejuk. dimana kami dapat berkreasi dan menumpahkan kegalauhan hati, gundah akibat kondisi diluar yang semakin tidak menentu. kami akan menentukan kemana arah dunia kami sendiri.